Ketika semuanya ada dengan segala sesuatu yang terjadi. Hal yang sangat aku benci kini terjadi juga. Hal yang paling gak disukai. Hal yang ga pernah terpikir sebelumnya. Angka itu. Nomor itu. Hatri itu. Semuanya hancur. Semuanya berantakan. Parah. Sakit. Kecewa. Marah. Dendam. Emosi. Air mata. Jadi satu dari semua perasaan yang sangat menyakitkan. Hal yang terjadi akan damapk kedepannya. Sangatlah berpengaruh. Untuk hari ini, nanti, dan selamanya. Perubahan itu terjadi setelah ada kata "sah". Ketika mendengar semua yang dikatakan olehnya, rasanya remuk. Hancur berantakan seperti berkeping-keping. Hal yang dulu aku impikan sekarang semuanya telah sirna. Tak ada lagi rasa untuk bisa merasakan semua kebahagiaan. Tak ada lagi keinginan untuk bisa kembali.
Lima. Angka dimana mempunyai suatu makna yang dalam. Dulu untukku, angka menjadi sumber kebahagiaan. Setelah semua perasaan itu dihancurkan olehnya, ditambah lagi ada dia yang baru yang menghancurkannya kembali makin kuat rasanya bahwa aku tak bisa lagi merasakan itu. Kini, angka itu menjadi sangat terlarang buatku. Sangat sakit. Muak dan rasanya ingin enyah dari dunia yang fana ini. Semua kebahagiaanku tertutup karena angka itu. Angka yang sekarang paling aku benci bahkan aku hindari. Angka yang menjadi pertaruhan untuk kebahagiaanku kedepannya, Sekarang seperti sosok yang sangat kosong tak mempunya arah atau tujuan dalam hidup. Karena harapan yang telah sirna. Karena semua hal yang terjadi begitu sakit dan aku tak mampu untuk menahannya. Terlebih aku harus menahannya sendirian.
Aku tak pernah menyangka hai itu akan datang
Hari dimana semua yang aku harapkan menjadi lenyap
Hilang dan tak akan pernah bisa kutemukan lagi
Rasa sakit dan kecewa yang mendalam
Terlalu sulit unruk dijelaskan menggunakan kata-kata
Namun bisa kurasakan hingga relung hati terdalam
Cinta, pergiah engkau sekarang
Pergi dan raih kebahagiaanmu
Lakukan apa yang membuatmu bahagia
Apabila kau sudah mendapatkanya,
Simpan dan jaga baik-baik
Karena aku disini tidak akan pernah bisa dimengerti olehmu ataupun olehnya.