25 Maret 2014

Aku, Bersamamu. Aku, Untukmu.

Bismilllahirrahmanirrahim....

Hari ini aku menulis lagi. Entah kenapa rasanya aku ingin meluapkan apa yang terjadi disini. Karena aku tidak dapat mengungkapkan kepada siapapun. Mungkin, mulai detik ini hanya ini yang bisa menjadi teman setiaku. Teman dimana aku ingin mencurahkan semua isi hatiku. Iya, hari ini ada hal yang terjadi. Lagi-lagi aku harus terjebak di dalam hal yang benar-benar membuatku bingung. Aku mengingatnya. Bahkan selalu mengingatnya. Apapun yang kulakukan selalu teringat tentangnya. Sekarang, halnya bukan yang "dulu". Tapi kini, ada "Dia" yang membuatku menjadi lebih merasa bahagia. Dia datang dan masuk ke kehidupanku sejak Oktober 2013 lalu. Kehadirannya membuat hariku menjadi semakin berwarna. Apa yang aku lakukan kini tertuju padanya. Awalnya, aku tak pernah menyangka bahwa aku bisa sampai sejauh ini bersamanya. Ternyata hal yang sangat tidak disangka bahkan aku seolah tak percaya bahwa aku bisa sejauh ini. Rasa yang dulu kukira hanya "sebatas teman" tapi kini sekarang semuanya berubah menjadi rasa sayang. Mungkin setiap harinya rasa ini akan terus bertambah. Sikapnya yang dingin dan selalu "lempeng" yang bisa membuatku bertahan? Apa iya? Hanya itu yang membuatku bisa menjadi seperti ini? Pribadi yang baru yang sangat unik yang jujur sebelumnya belum ernah kukenal. Aku mengenalnya seperti mengenal sosok baru yang masuk ke kehidupanku. "Aku tidak pernah memaksa hatiku untuk membuka. Dia datang dan dia bisa masuk secara perlahan tanpa kusadari. Dia bisa mengerti aku. Dengan sikapnya yang dingin, yang tak pernah memperlihatkan apapun tentangnya. Sikapnya yang membuatku nyaman. Yang membuat aku tak mau pergi dan tak mau kehilangannya. Aku seperti menemukan sosok yang selama ini hanya ada dalam imajinasiku"

"Kamu. Ya, Kamu bisa membuatku bangkit. Karena sikapmu yang dingin, cuek, dan semua tentangmu yang baru kukenal yang bisa membuat aku bertahan hingga saat ini. Rasa sayang yang awalnya aku pikir hanya sebatas teman pada akhirnya berubah menjadi rasa sayang yang tulus. Rasa sayang yang murni datang dari dalam hatiku yang terdalam. Kamu, kamu yang membuat hariku menjadi semakin berwarna. Hariku semakin berarti dengan adanya dirimu disisiku sekarang. Walau hanya bisa melihatmu dari kejauhan, bisa memperhatikanmu dari belakang. Dulu, kita memang pernah dekat. Dekat sedekat-dekatnya. Yang orang sangka bahwa kita mempunyai hubungan khusus. Walaupun pada akhirnya kita menjauh seperti saat ini. Entah mengapa kita bisa seperti ini."

Dulu, Kamu bisa membuatku tertawa. Bisa membuatku tersenyum. Dan aku siap untuk menghadapi hari-hari yang akan kulewati. Itu hanya karenamu. Aku ingin melewatinya bersamamu. Tak pernah kuduga sebelumnya bahwa aku bisa menjatuhkan hatiku padamu. Seseorang yang baru masuk di kehidupanku. Dengan kepribadian yang sangat bertolak belakang denganku. Kamu yang dingin. Aku yang rame. Kamu yang cuek. Aku yang riweuh. Kamu yang diam. Aku yang berisik. Semua perbedaan itu yang membuat kita menjadi sangat unik. Seakan-akan, aku menaruh harapanku bersamamu. Kamu yang berbeda dari semua orang yang pernah kukenal. Sikapmu yang membuatku kagum dan sangat menghargai semuanya tentangmu. Semua tentangmu, aku belum mengetahuinya secara keseluruhan. Satu yang kutahu, bahwa aku yakin. Perasaanmu terhadapku semoga tidak akan prnah berubah.

"Rizka juga sayang sama Cihaw. Tapi Rizka belum bisa lebih dari ini. Tapi intinya Rizka sayang sama Cihaw" Semoga ucapanmu waktu itu akan selalu sama. Sama dalam hatimu. Terhadapku, Dngan perasaanmu yang tidak akan pernah berubah.

Aku disini, menunggumu. Aku disini, ingin bahagia bersamamu. Aku menyayangimu.

24 Maret 2014

Hi, 2014!

Hai. Halo lagi buat blog aku yang udah lama ga pernah aku buka. Terakhir dulu, seingatku aku posting di blog ini bulan Desember 2012? Ya, mungkin. Entah aku pun tak ingat lagi. Kapan terakhir aku tulis semua yang kurasakan disini. Sekarang, aku sudah menjadi seorang "Mahasiswi". Predikat yang dari dulu sangat aku impikan. Sangat aku tunggu. Sangat membuat "exited" akan predikat tersebut. Tapi, sekarang setelah aku mendapatkan predikatnya, aku justru merasa ingin balik lagi. Seperti dulu, dimana aku menjadi seorang "siswi" yang masih memakai seragam "Sekolah Menengah Atas". Dulu, ceritaku setiap aku tulis apapun yang ada di blog ini masih terasa sama. Tapi sekarang, semuanya berbeda. Ya, aku sudah tak bersamanya lagi. Kita sudah mengakhiri semuanya saat penghujung September 2013. Tepatnya, pada tanggal 30 lalu.

2014 ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebebelumnya. Mungkin karena aku sudah tak bersamanya lagi. Sudah hampir 6 bulan ini aku bukan miliknya lagi. Rasa sakit yang tergores dihatiku ini memang tak ternilai rasanya. Rasa sakit yang tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata. Hanya bisa aku rasakan. Rasa yang tertinggal sampai saat ini adalah rasa yang sangat dalam. Seperti disayat hingga bagian terdalam. Dengan cara yang tidak baik-baik aku berpisah dengannya. Rasanya sungguh tidak adil apabila melihat akhir dari semua ini menjadi seperti sekarang. Apa daya, aku tak punya kekuatan apapun untuk membuat semuanya bisa kembali seperti semula. Aku sudah mengakhiri dengannya dan itu menjadi keputusanku. Iya, pada akhirnya aku sendiri yang menyerah. Aku sendiri yang menyudahi semuanya. Hingga 6x dia melakukan hal itu. Hingga akhirnya juga aku mengalah.

Sekarang dia sudah bahagia bersama orang itu. Orang baru yang masuk ke kehidupannya. Yang tak pernah aku sangka bahwa dia akan lebih memilih orang itu dibandingkan aku yang sudah 4 tahun bersamanya dulu. Ha ha tapi apa mau dikata itu kan dulu. Dulu, iya aku memang bersamanya. Dulu aku miliknya. Dulu aku menjadi permasyurinya. Dulu aku menjadi kebanggaannya. Sama halnya seperti aku. Dulu, dia bersamaku. Dulu dia miliku. Dulu dia duniaku. Dulu dia segalanya untukku. Tapi itu dulu. Dulu yang mungkin sekarang tidak akan pernah kembali lagi. Hanya secerca harapan yang aku taruh untuk kebahagiaannya. Aku akan bahagia apabila melihat dia bisa jauh lebih bahagia dibandingkan denganku. Ini mungkin tandanya bahwa aku memang bukan miliknya dan aku bukan untuknya.

Aku, bahagia untukmu wahai kesayanganku :-)